Snort memiliki beberapa mode operasi, dan "sniffer mode" adalah salah satu dari mereka. Dalam konteks Snort, sniffer mode memungkinkan Snort untuk beroperasi sebagai penangkap paket (packet sniffer) tanpa melakukan deteksi intrusi. Dalam mode ini, Snort hanya akan menangkap dan menampilkan lalu lintas jaringan ke layar tanpa melakukan analisis keamanan atau deteksi serangan.
Sniffer mode dapat berguna untuk tujuan pemecahan masalah (debugging) atau untuk tujuan penganalisisan lalu lintas jaringan tanpa memicu respons terhadap serangan yang mungkin terdeteksi. Ini memungkinkan administrator jaringan untuk melihat paket yang melewati jaringan tanpa menimbulkan dampak pada lalu lintas atau melakukan tindakan respons terhadap serangan potensial.
Untuk mengoperasikan nya,Kita menggunakan OS Server dan OS Client,yaitu Ubuntu sebagai OS Server dan Kalilinux sebagai OS Client.
Langkah Langkah dan beberapa perintah dasar yang bisa kita terapkan.
** Chek Ip masing masing pada OS Server dan OS Client

Saat Anda menyebut "check IP" pada OS server dan OS client dalam konteks Snort sniffer mode, mungkin Anda merujuk pada pengamatan atau pemeriksaan alamat IP yang muncul dalam lalu lintas jaringan yang ditangkap oleh Snort. Dalam sniffer mode, Snort akan mencatat paket yang melewati jaringan, dan administrator dapat menggunakan informasi ini untuk berbagai tujuan, termasuk memeriksa dan memverifikasi alamat IP dari server dan client.
Berikut beberapa fungsi atau penggunaan pemeriksaan alamat IP dalam Snort sniffer mode:
1. **Verifikasi Konektivitas:** Administrator dapat menggunakan Snort untuk memeriksa alamat IP server dan client yang terlibat dalam lalu lintas jaringan. Ini dapat membantu dalam memverifikasi bahwa komunikasi antara server dan client berlangsung seperti yang diharapkan.
2. **Pendeteksian Anomali:** Pemeriksaan alamat IP dalam lalu lintas jaringan dapat membantu mendeteksi anomali atau aktivitas mencurigakan, seperti percobaan akses tidak sah atau serangan keamanan terhadap alamat IP tertentu.
3. **Analisis Lalu Lintas:** Dengan memeriksa alamat IP, administrator dapat melakukan analisis lebih lanjut terhadap pola komunikasi antara server dan client. Hal ini dapat membantu dalam mengidentifikasi sumber daya atau server yang paling sering diakses oleh client atau mengidentifikasi pola lalu lintas tertentu.
4. **Filtering:** Informasi alamat IP yang diperoleh dari lalu lintas jaringan dapat digunakan untuk membuat filter atau aturan yang lebih spesifik dalam konfigurasi Snort. Ini memungkinkan administrator untuk fokus pada atau membatasi deteksi pada aktivitas tertentu yang melibatkan alamat IP tertentu.
Perlu diingat bahwa Snort sniffer mode pada dasarnya berfungsi sebagai alat perekam paket dan tidak secara khusus melakukan deteksi intrusi atau tindakan respons. Sehingga, administrator harus menggunakan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan alamat IP dan lalu lintas jaringan untuk tujuan analisis, pemecahan masalah, atau pengaturan aturan deteksi lebih lanjut jika diperlukan.
Dalam konteks Snort sniffer mode, ping antara OS server dan OS client tidak secara khusus mempengaruhi fungsi Snort. Sniffer mode pada dasarnya memungkinkan Snort untuk beroperasi sebagai penangkap paket, mencatat lalu lintas jaringan yang melewati interface tertentu tanpa melakukan analisis deteksi intrusi.
** Saling Ping antara OS Server dan OS Client dimana pada mesin OS Server anda ping dengan ip ethernet yang ada pada sisi client begitu juga sebaliknya

Saling ping antara server dan client pada level jaringan dapat membantu memeriksa konektivitas dan keandalan jaringan. Namun, untuk memahami dampaknya terhadap Snort dalam sniffer mode, perlu dicatat bahwa Snort pada dasarnya akan mencatat semua paket yang melewati jaringan, termasuk paket ping.
Berikut beberapa kemungkinan dampak saling ping antara server dan client dalam Snort sniffer mode:
1. **Pencatatan Paket Ping:** Snort akan mencatat paket ping yang dikirim antara server dan client. Meskipun paket ping biasanya tidak dianggap sebagai serangan, mencatatnya dapat memberikan wawasan tentang aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.
2. **Debugging dan Analisis Lalu Lintas:** Saling ping antara server dan client dapat membantu administrator jaringan melakukan debugging dan analisis lalu lintas. Dengan menggunakan Snort dalam sniffer mode, administrator dapat memantau paket secara langsung untuk mengidentifikasi masalah atau anomali yang mungkin terjadi.
3. **Menentukan Karakteristik Jaringan:** Penggunaan sniffer mode dapat membantu mengidentifikasi karakteristik lalu lintas jaringan dan memahami bagaimana paket berinteraksi antara server dan client.
Namun, perlu dicatat bahwa fungsi Snort sebenarnya tidak tergantung pada apakah ada aktivitas ping atau tidak. Snort dapat digunakan dalam berbagai mode, termasuk sebagai IDS (Intrusion Detection System) atau IPS (Intrusion Prevention System), di mana peran utamanya adalah mendeteksi dan merespons serangan keamanan yang mungkin terjadi dalam lalu lintas jaringan. Sniffer mode lebih sering digunakan untuk tujuan pemecahan masalah atau analisis lalu lintas, dan dampak aktivitas ping tergantung pada tujuan dan konteks penggunaan Snort.
** "apt-get update"
Perintah `apt-get update` pada sistem operasi berbasis Debian (seperti Ubuntu) digunakan untuk memperbarui daftar paket yang tersedia dari repositori. Ini tidak menginstal atau memperbarui perangkat lunak itu sendiri, tetapi mengambil informasi terbaru tentang paket-paket yang dapat diunduh. Dengan menjalankan `apt-get update`, Anda memastikan bahwa informasi paket di sistem Anda up-to-date, sehingga Anda dapat menginstal atau memperbarui perangkat lunak dengan benar menggunakan perintah `apt-get install` atau `apt-get upgrade`.
Setelah itu kita coba me remote di bagian Os Server nya karena disini saya menggunakan ubuntu sebagai server nya maka selanjutnya saya akan me remote ubuntu.
** "apt install snort"
Perintah `apt install snort` digunakan untuk menginstal perangkat lunak Snort, yang merupakan sistem deteksi intrusi (IDS) yang dapat memantau dan mendeteksi aktivitas ancaman di jaringan. Secara default, setelah Anda menginstal Snort, itu akan berjalan dalam mode deteksi.
Snort Sniffer Mode sendiri merupakan salah satu dari beberapa mode operasional Snort. Dalam mode ini, Snort hanya berfungsi sebagai pemantau atau sniffer, tidak mengambil tindakan langsung terhadap serangan yang terdeteksi. Ini memungkinkan Anda untuk memantau aktivitas jaringan tanpa menghalangi lalu lintas.
Setelah menginstal Snort, Anda perlu mengonfigurasinya sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan keamanan Anda. Ini melibatkan pengaturan aturan, log, dan opsi lainnya. Pastikan untuk membaca dokumentasi Snort dan melakukan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.
Namun jika diminta untuk memasukkan range ip, maka kalian bisa isi dengan ip yang bisa kalian gunakan,karna disini ip dari client di pc saya adalah "172.18.0.117" dan untuk ip dari server nya "172.18.0.121" itu artinya range ip yang bisa kita pakai adalah dari 118-120.Contoh penulisannya seperti dibawah ini
** perintah "snort -v"
Hasil Total Paket snort -v
Dalam mode sniffer Snort, opsi `-v` digunakan untuk menampilkan output verbose (rinci) yang mencakup informasi lebih banyak tentang paket yang dideteksi. Ini membantu dalam pemecahan masalah dan pemahaman lebih lanjut tentang aktivitas jaringan yang diawasi oleh Snort.
**perintah "snort -vd"
Hasil Total Paket snort -vd
Dalam mode sniffer Snort, opsi `-vd` digunakan untuk menampilkan output verbose dengan informasi lebih rinci dan juga menunjukkan payload (isi) dari setiap paket yang dideteksi. Ini membantu dalam analisis lebih mendalam terhadap aktivitas jaringan yang sedang dipantau oleh Snort.
** perintah "snort -vde"
Hasil Total Paket snort -vde
Opsi `-vde` pada Snort dalam mode sniffer memiliki fungsi untuk menampilkan output verbose dengan informasi rinci, termasuk menunjukkan payload (isi) dari setiap paket yang dideteksi. Selain itu, opsi ini juga mencakup informasi detil yang dapat membantu dalam pemecahan masalah dan pemahaman lebih lanjut tentang aktivitas jaringan yang dipantau oleh Snort.
** perintah "snort -v -d -e"
Hasil total paket snort -v -d -e
Dalam mode sniffer Snort, opsi `-v -d -e` digunakan untuk mengaktifkan output verbose (rinci), menunjukkan payload (isi) dari setiap paket, serta menunjukkan detail lebih lanjut tentang setiap deteksi atau kejadian jaringan. Ini memberikan informasi yang lebih mendalam untuk menganalisis dan memahami aktivitas jaringan yang sedang dimonitor oleh Snort.
SEKIAN.
Komentar
Posting Komentar