PORT SECURITY CISCO PACKET TRACER
Fungsi Port Security Switch
Port yang terdapat pada switch dapat kita atur untuk bisa memaksimalkan perannya sebagai keamanan jaringan. Setiap perangkat yang terhubung melalui port pada switch akan dilakukan verifikasi atau pemeriksaan.
Bila MAC address device atau perangkatnya itu terdaftar di switch, maka perangkat tersebut diperbolehkan untuk mendapatkan layanan yang terdapat dalam jaringan. Namun sebaliknya, bila tidak terdaftar maka akan menerima konsekwensi yang akan kita berikan.
Cara Kerja Port Security Switch.
Setiap device atau perangkat yang kita miliki, sebaiknya betul-betul dapat di identifikasi oleh switch, dan melalui port security ini setiap perangkat akan dicek MAC Address-nya.
Pengaturan Port Security pada Switch terbagi menjadi 3 :
- Static
Memasukan secara manual sejumlah MAC address yang dapat diterima pada port tersebut, dan ketika switch mati data masih tersimpan dengan baik.
- Dynamic
Switch secara otomatis akan mengenal MAC address pertama yang terhubung namun kelemahannya saat switch mati, MAC address akan hilang.
- Sticky
Switch akan akan otomatis menyimpan MAC address yang pertama dan selanjutnya yang terhubung, kemudian menyimpan dan bila switch mati tidak akan hilang.
Konsekwensi terhadap device atau perangkat yang tidak terdaptar MAC address-nya pada switch, akan dikenakan sanksi atas pelanggaran atau lebih dikenal dengan istilah violation, yang kita dapat atur dengan 3 mode di bawah ini :
1.ProtectBila port diberikan pengaturan ini, maka paket dari device atau perangkat akan di drop (dihentikan) untuk tidak bisa terhubung.
2.Restrick
Bila port diberikan pengaturan ini, maka paket device tidak di drop (dihentikan) namun akan dicatat saja, dan kemudian tidak diberi ijin masuk jaringan.
3.Shutdown
Bila port diberikan pengaturan ini, maka port akan langsung dimatikan, dan device atau perangkat secara otomatis tidak dapat terhubung.
Tahapan konfigurasi Switch dengan port-security pada masing-masing port adalah :
Buatlah topologi sederhana pada cisco paket tracer yang akan kita jadikan bahan percobaan seperti tampilan gambar di atas.- Lakukan konfigurasi IP Address pada masing-masing PC Client sesuai dengan topology di atas yakni pada kelas B seperti tampilan gambar di bawah ini.
- Konfigurasi IP Address class B pada Client PC1 172.16.0.1/293.Test koneksi antar PC menggunakan ping dan pastikan sudah terhubung antar PC sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya sepertinya tampilan gambar di bawah ini.
4.Tahap selanjutnya masuk bagian konfigurasi port security pada switch utama seperti perintah dibawah ini.- Pada port fa/01 lakukan konfigurasi port security mode static dan violation restrict
SW1(config)#int fa0/1 SW1(config-if)#switch mode access SW1(config-if)#switch port-security SW1(config-if)#switch port-security mac-address 0060.4747.4B80 SW1(config-if)#switch port-security violation restrict SW1(config-if)#exit
SW1(config)#int fa0/2 SW1(config-if)#switch mode access SW1(config-if)#switch port-security SW1(config-if)#switch port-security mac-address sticky SW1(config-if)#switch port-security violation protect SW1(config-if)#exit
- Pada port fa/03 lakukan konfigurasi port security mode sticky dan violation shutdownSW1(config)#int fa0/3
SW1(config-if)#switch mode access
SW1(config-if)#switch port-security
SW1(config-if)#switch port-security mac-address sticky
SW1(config-if)#switch port-security violation shutdown
SW1(config-if)#
Setelah switch terkonfigurasi port security sesuai dengan tahapan di atas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan test konfigurasi port security tersebut.
Tahap pengujian yang dilakukan adalah:
- Pengecekan violation mode pada masing-maasing interface yang sudah disettingkan port security dengan mengetikkan perintah :Switch#show port-security
- Test konektivitas antar masing-masing PC Client yang tehubung pada port switch yang telah dikonfigurasi port security dengan cara melakukan "ping" antar PC Client dan pastikan semua PC client saling terhubung seperti tampilan gambar di bawah ini.
- Test konektivitas antar PC Client yang tehubung pada port switch yang telah dikonfigurasi port security "jika letak Client PC1 dan PC 2 di pindah letak" dengan cara melakukan "ping". Maka disinilah kegunaan port security akan terlihat karena port switch akan memproteksi interface fa0/1 dengan metode "Restrict" karena port Client PC2 tidak di daftarkan dalam port security interface fa0/1, begitu juga sebaliknya jika PC Clint dipindah letak. Seperti tampilan gambar di bawah
- Hasil tes "Ping" RTO alias tidak terdapat koneksi.
Komentar
Posting Komentar